Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Ngewe Gadis Beijing China 1
Aopok.com - Saat itu, bulan Januari 2026 di Beijing, suasana tahun baru masih terlihat mewarnai kota berpenduduk 12 juta orang itu. Selama liburan musim dingin itu banyak teman-teman dekatku termasuk roomate-ku yang pulang. Aku tidak pulang karena waktu libur musim panas 6 bulan sebelumnya aku baru pulang, sekalian menghemat biaya, apalagi saat itu rupiah sedang terpuruk.
Aku mengisi waktu luang selama sebulan lebih itu dengan tour ke kota-kota di selatan yang cuacanya relatif lebih hangat seperti Hongkong, Shenzhen, dan Guangzhou. Sepulangnya ke Beijing, liburanku ternyata masih tersisa lebih dari seminggu. Sisa hari yang sepi dan membosankan itu kuisi dengan main PS, nonton VCD, dan jalan-jalan ke mall. Aku sering berkhayal bagaimana rasanya dingin-dingin gini ada cewek cantik yang menemaniku.
Akhirnya pada suatu ketika terwujud juga impianku. Suatu hari aku sedang berjalan-jalan di Xidan, salah satu pusat perbelanjaan di sana (sebagai info, harga barang di sini sangat murah, asal pintar menawar kita bisa mendapatnya dengan setengah harga). Lelah setelah berkeliling dan belanja seharian, aku memasuki restoran KFC untuk mengisi perut.
Ketika aku sedang makan, kudengar suara orang berbicara dalam bahasa Indonesia, ternyata suara itu berasal dari 2 gadis cantik duduk tidak jauh di sampingku. Yang satu tinggi langsing, berambut panjang kemerahan, bermata sipit, dan yang satunya lagi berambut sebahu lebih dikucir. Aku tadinya bermaksud menyapa, namun kutunda niatku setelah kudengar mereka sedang membicarakan diriku.
Dengan sikap pura-pura cuek, kusimak percakapan mereka.
“Eh, Len, liat ngga cowok yang sendirian disana tuh, ok juga yah..” kata yang rambut panjang.
“Gile lu, suaranya keras amat, kalo dia denger gimana..?”
“Fang xin lah (tenanglah), biar denger juga dia ngga ngerti kok.” (ternyata mereka tertipu oleh wajah Chineseku yang mirip orang sana, ditambah lagi penampilanku waktu itu yang mirip orang lokal).
“Hhmm.., lumayan juga sih, rambutnya mirip Nicholas Tse, gatal ya Rik, gara-gara udah lama ngga ketemu si Edwin.”
Aku berusaha menahan tawaku dengan menutup mulut atau melihat ke arah lain. Lalu aku sengaja lewat di depan mereka dan menyapa dengan ramah.
“Hai, anak Indo juga nih..!”
Mereka kaget setengah mati terutama yang berambut panjang itu, wajahnya memerah dan tertunduk malu, yang rambutnya dikuncir melirik pada temannya sambil tertawa kecil.
Singkatnya, perkenalan kami berlanjut dan kuketahui yang berambut panjang kemerahan itu bernama Rika, umur 22 tahun, sebaya denganku dan yang satunya bernama Sharlen, umur 20 tahun. Mereka berdua sudah setahun belajar bahasa di sini. Senang sekali akhirnya aku dapat ngobrol panjang lebar dengan bahasa Indonesia lagi. Habis makan kami berkeliling menikmati suasana senja kota Beijing yang masih diselimuti salju.
Walaupun baru kenal, namun kami begitu cepat akrab, mungkin karena faktor senasib sepenanggungan di negeri lain. Sifat Sharlen yang kalem dan wajahnya yang imut seperti Kyoko Fukada membuatku jatuh hati padanya, aku berusaha untuk lebih mengenalnya lebih dalam. Tidak terasa waktu cepat berlalu, sehingga sekarang sudah hampir jam 9 malam. Taksi yang membawa kami tanpa terasa pula sudah mendekati apartemen mereka di daerah Xueyuan Lu.
“Her, mau liat-liat tempat kita ngga? Temenin tuh si Sharlen, dia kan pengen punya pacar.” kata Rika sambil tertawa.
“Idihh, siapa yang mau, lu kali Rik.” balas Sharlen menyikut temannya.
“Lain kali deh, takut kemalaman. Tempat gua masih jauh sih.” jawabku berbasa basi.
“Aahh, takut amat sih malam juga masih ada taksi kok, lagian Beijing kan aman ngga kaya Indo.” kata Rika.
“Iya Her, kita juga lagi suntuk nih, banyak yang pulang sih.” sambung Sharlen.
Akhirnya aku memutuskan mampir di tempat mereka dulu. Sebelum ke apartemennya, mereka membawaku mengitari daerah sekitar yang merupakan daerah kost dan sekolah pelajar-pelajar mancanegara itu. Udara menjadi hangat dan tercium aroma khas kamar cewek begitu kumasuki kamar mereka yang tidak terlalu besar namun tertata rapih (beda dengan kamarku yang mirip kapal pecah).
Terkait
“Eh, lu orang ngobrol aja dulu, gua mau berendam dulu yah.” kata Sharlen, lalu dia mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.
Sepeninggal Sharlen, aku dan Rika ngobrol-ngobrol sambil nonton TV. Rika orangnya agak bawel dan kocak, kami terhanyut dalam gelak tawa obrolan kami, dari situ kuketahui bahwa dia sudah punya pacar di Indonesia, kukorek keterangan lebih lengkap mengenai Sharlen, thanks God ternyata Sharlen belum ada yang punya, jadi terbuka kesempatan bagiku untuk mendapatkannya. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...